
Adakah yang lebih mencemaskan hati, ketika melihat atau mendengar satu kejadian atau momentum terlewatkan? Ketika membaca koran atau mendengar berita di radio tidak seperti kenyataan sebenarnya. Apakah semua begitu saja terlewatkan. Akhirnya, kita hanya duduk diam termangu sambil bertanya : kapankah moment itu terulang lagi? apa mungkin?
Terkadang kita sebagai jurnalist dibatasi oleh dinding-dinding kebijakan tempat kita mencari hidup. Saat nurani bicara, kepekaan kita merekam peristiwa dengan baik akhirnya kandas lantaran terbentur dinding kaca yang harus dibayar mahal bila kita memecahkannya.
Bila memang kenyataan itu yang terjadi, jangan heran kita ibarat katak dalam tempurung. Tidak berbuat apa-apa ketika semuanya hendak berlari melewati kita.
Menyedihkan sekali. Bagaimana mungkin, seorang jurnalist yang harusnya berani bicara fakta harus ingkar pada nalurinya sendiri?
Perkumpulan Skala adalah kumpulan pegiat dunia jurnalist, melihat fakta dengan hati, memperhatikan setiap detail peliputan dengan kesederhanaan. Tentunya sederhana bukannya singkat atau pendek tapi bagaimana menemukan inti berita itu sendiri yang diberitakan dengan melihat segmen yang tepat.
Dipengaruhi dengan visi yang jelas, kami tidak akan meliput tanpa orientasi. Dilanjutkan dengan strategi, karena kami sadar konsep harus nyata.
Dilanjutkan dengan pemaparan, diskusi, hal-hal yang harus dipenuhi, agar seluruh awak Perkumpulan Skala dapat mencapai tujuan dan cita-cita sejati.
Tak lupa, pentingnya jurnalisme positif sebagai sumber energi rohani, sumber inspirasi dan motivasi.
Kami adaptif dengan setiap perubahan ke arah yang lebih baik. Menjawab tantangan masa depan dengan memperhatikan setiap strategi yang memberi inspirasi, memberi kemudahan dalam implementasi, dapat dijalankan oleh semua anggota dalam perkumpulan kami.
Perkumpulan Skala bagi kami adalah payung yang ditopang dengan sebuah Grand strategy. Dibuat untuk kepentingan bersama dan bukan ambisi pribadi. Mementingkan kualitas peliputan, karena sebuah peliputan teruji pada saat mengeksekusikannya dalam tulisan. Hal ini penting, agar tidak menjadi basa-basi atau hanya sebagai penghias orasi.
Blog ini pasti tidak sempurna. Tetapi ijinkanlah saya untuk mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bergabung dalam blog ini.
Akhir kata, Selamat membaca, selamat menikmati, semoga bermanfaat dan menghibur hati.
Antonius Ratu Gah